6 Ciri Toilet Difabel Pada Fasilitas Umum

Sedotwcmbo.Com – Ketika kita berada di tempat-tempat umum seperti mall atau bandara, kita akan menemui tiga pintu toilet yang dipakai oleh jenis orang yang berbeda. Jika kita biasa melihat toilet yang bergambar perempuan dan laki-laki, sekarang sudah ada fasilitas umum toilet yang dikhususkan bagi sahabat kita penyandang disabilitas.

Toilet difabel akan sangat membantu bagi mereka yang menyandangnya. Namun bukan hanya mereka saja yang bisa menggunakan, bagi para lansia, orang sakit dan juga anak-anak, bisa menggunakan toilet ini.

Kebetuhan akan toilet difabel pada tempat-tempat umum memang sangat diperlukan. Toilet untuk orang normal biasanya akan memberikan kesulitan kepada kaum difabel terutama yang berada di kursi roda. Pintu toilet yang biasanya, terlalu kecil untuk dilalui oleh mereka. Padahal mereka juga memiliki kebutuhan yang sama dalam mempergunakan toilet.

Lalu, apakah ada perbedaan antara toilet difabel dengab toilet biasa? Tentu saja ada. Bahkan toilet difabel sendiri telah diatur dalam ketentuan menteri yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 30 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

Ada beberapa kriteria yang membedakan toilet difabel dengan yang lain.

  1. Ukuran
    Toilet difabel lebih luas dari ukuran toilet biasa, karena dirancang agar kursi roda dapat masuk di dalamnya.
  2. Pintu toilet.
    Ukuran pintu toilet lagi-lagi berpedoman dengan perkiraan bahwa kursi roda akan bisa masuk ke dalam toilet. Perkiraan besar pintu sekitar 80 hingga 90 cm.
  3. Toilet duduk.
    Standar toilet duduk bagi toilet untuk difabel adalah menggunakan eco washer. Untuk toilet biasa, biasanya akan menggunakan jet washer yang sebenarnya sangat menyulitkan bagi penyandang disabilitas dalam menggunakannya.
  1. Garb bar.
    Dipasang di kedua sisi toilet. Fungsi pemasangan ini sendiri adalah untuk membantu kaum difabel dalam berpegangan sehingga mudah bagi mereka untuk duduk dan berdiri.
  2. Kran wastafel.
    Gunakan kran wastafel sistem sensor yang dengan hanya mendekatkan jemari saja, maka air akan keluar dengan sendirinya. Bisa juga menggunakan kran tuasagar gampang hanya menggesernya ketika menghidupkan dan mematikan air. Hindari kran yang berputar dan kran tekan. Karena akan sangat susah menekan kran ketika berada di kursi roda.
  3. Cermin
    Pemasangan cermin di dalam toilet difabel harus menggunakan bingkai dan dipasang dengan kemiringan menjorok ke depan. Ini agar memudahkan kaum difabel bercermin dalam keadaan tetap duduk di kursi roda.

Demikian beberapa perbedaan yang nampak dari toilet khusus bagi penyandang disabilitas.Perbedaan yang ada hanya semata-mata demi memudahkan para saudara difabel kita, yang mempunyai hak yang sama untuk penggunaan fasilitas umum.

Namun demikian, jika ada pertanyaan, bolehkah orang normal menggunakan toilet para penyandang disabilitas? Tentu pertanyaan ini akan kembali kepada nurani kita. Sudah banyak disediakan fasilitas toilet yang diperuntukan bagi orang normal, mengapa harus menggunakan fasilitas khusus yang memang diperuntukan demi kenyamanan mereka.

Boleh saja kita berargumen, toilet lain sedang antri, dan toilet difabel tidak ada yang menggunakannya. Bagaimana jika pada saat kita masuk dan ternyata mereka datang, seharusnya toilet difabel bisa menyegerakan mereka, hanya karena kamu tidak mau antri dan menggunakannya, kamu telah merenggut hakyang memang diperuntukan bagi mereka.

Ini kembali lagi kepada kebiasaan dan sikap kita. Melakukan sesuatu yang sudah pada tempatnya dan sesuai dengan fungsinya, akan memberikan rasa malu jika kita bertindak dengan tidak sewajarnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *